Bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menyadari dirinya
seluruhnya adalah telinga;
Yang mendengarkan semua keluh kesah, harapan,
kritik, bahkan sumpah serapah, atau
mungkin juga terima kasih, pujian, dan sanjungan.
Lalu dengan hati ia
mencerna semua yang ia dengar, kemudian dengan lisannya ia menyampaikan
semua persoalan dengan jujur dan benar.
Dia tidak banyak menebar janji,
melainkan pikirannya terus bekerja mencari solusi untuk menuntaskan
masalah-masalah yang membuat orang berkeluh kesah dan merasakan
kesulitan....

Pemimpin sesungguhnya tidak punya apa-apa, selain hanya punya hati dan kepala.
Hati yang merasa dan kepala yang bijaksana.
Tubuhnya dan seluruh yang melingkupi hati dan kepalanya adalah susunan kemauan-kemauan, keinginan-keinginan, kehendak-kehendak, dan mimpi-mimpi dari orang-orang yang ada dibawahnya.....
Kutipan tulisan Sulthan Hadi
dalam tulisan Lihat Lagi, Pasti Ada sisi yang belum kita fungsikan
Majalah Tarbawi edisi 269 Th.13






0 komentar:
Posting Komentar