PERAWAT ABDI NEGARA
Tugas
Individu
Untuk
Memenuhi Tugas Mata Kuliah Bahasa Indonesia
Disusun
Oleh :
Ariantika
Eka Puspitasari
1410701033
Jurusan
DIII-Keperawatan
FIKES UPNVJ
Jakarta 2014
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Penulis panjatkan ke
hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan petunjuk dan pertolongan
serta kekuatan sehingga Penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “PERAWAT
ABDI NEGARA” ini dengan baik dan tepat waktu. Makalah ini dibuat untuk memenuhi
tugas mata kuliah Bahasa Indonesia. Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih
kepada:
1.
Dra.Theresia,MM Dosen Mata Kuliah Bahasa
Indonesia, atas bimbingannya dan materi yang diberikan.
2.
Orang Tua, yakni Ayah dan Ibu yang telah
memberikan dukungannya baik moril maupun materil.
3.
Teman-teman serta semua pihak yang telah
membantu penulis dalam menyelesaikan Makalah ini.
Penulis menyadari kalau makaalah ini
masih jauh dari sempurna. Penulis mengharapkan bimbingan baik berupa saran dan
kritik yang membangun, guna penyempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi Pembaca.
Jakarta,
Oktober 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar.......................................................................................................1
Daftar Isi.................................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................3
I.1 Latar Belakang........................................................................................3
I.2 Rumusan Masalah...................................................................................3
I.3 Tujuan.....................................................................................................4
I.4 Metode Penulisan....................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN........................................................................................5
II.1
Definisi Perawat....................................................................................5
II.2
Definisi Keluarga dan Masyarakat........................................................5
II.3 Peran Keluarga dalam Keperawatan.....................................................6
II.4 Tujuan
Perawatan Kesehatan Kelaurga.................................................8
II.5 Perawatan
Sebagai Sarana.....................................................................8
II.6 Peran Perawat
dalam Asuhan Perawatan Keluarga ..............................9
II.7 Manfaat
Perawat Bagi Masyarakat......................................................10
BAB III PENUTUP
III.1 Kesimpulan........................................................................................14
III.2 Saran...................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................16
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar
Belakang
Adapun penulis membuat makalah yang
berjudul “PERAWAT ABDI NEGARA” adalah sebagai tugas pelengkap mata kuliah
Bahasa Indonesia. Penulis memilih judul tersebut di atas karena pengembangan kesehatan masyarakat di Indonesia yang telah dijalankan selama
ini masih memperlihatkan adanya ketidaksesuaian antara pendekatan pembangunan
kesehatan dengan lingkungan informal (keluarga), dengan lingkungan formal
(sekolah), dan dengan lingkungan nonformal (masyarakat). Oleh karena itu
pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki perhatian cukup besar terhadap
pembangunan kesehatan lingkungan termasuk perawat spesialis komunitas perlu
mencoba mencari terobosan yang kreatif agar program-program tersebut dapat
dilaksanakan secara optimal dan berkesinambungan.
Salah satu intervensi keperawatan komunitas di Indonesia yang belum banyak
digali adalah kemampuan perawat spesialis komunitas dalam membangun jejaring
kemitraan di masyarakat. Padahal, membina hubungan dan bekerja sama dengan
elemen lain dalam masyarakat merupakan salah satu pendekatan yang memiliki
pengaruh signifikan pada keberhasilan program pengembangan kesehatan masyarakat
(Kahan & Goodstadt, 2001). Pada bagian lain Ervin (2002) menegaskan bahwa
perawat spesialis komunitas memiliki tugas yang sangat penting untuk membangun
dan membina kemitraan dengan anggota masyarakat. Bahkan Ervin mengatakan bahwa
kemitraan merupakan tujuan utama dalam konsep masyarakat sebagai sebuah sumber
daya yang perlu dioptimalkan (community-as-resource),
dimana perawat spesialis komunitas harus memiliki ketrampilan memahami dan
bekerja bersama anggota masyarakat dalam menciptakan perubahan di masyarakat.
Di masyarakat, Perawat sangat bermanfaat
bagi masyarakat itu sendiri guna dalam meningkatkan derajat kesehatan yang
optimal. jadi kehadiran perawat dimasyarakat sangatlah dibutuhkan.
Melalui makalah ini
Penulis ingin membahas bahwa Perawat sangat bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat
itu sendiri guna dalam meningkatkan derajat kesehatan yang optimal. Jadi
kehadiran perawat dimasyarakat sangatlah dibutuhkan.
I.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan
uraian latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalah Makalah ini antara
lain.
1.
Sebutkan definisi dari Perawat?
2.
Sebutkan definisi dari keluarga?
3.
Sebutkan definisi dari masyarakat?
4.
Apa saja peran keluarga dalam keperawatan?
5.
Apa saja tujuan perawatan kesehatan kelaurga?
6.
Jelaskan yang dmaksud dengan perawatan sebagai sarana?
7.
Bagaiman peran perawat dalam asuhan perawatan
keluarga?
8.
Apa manfaat perawat bagi masyarakat?
I.3 Tujuan
Adapun
tujuan penulisan makalah ini adalah untuk melengkapi tugas mata kuliah Bahasa
Indonesia. Selain itu Penulis menginginkan agar baik penulis maupun pembaca
dapat memahami akan untuk mengetahui defenisi dari perawat, untuk
mengetahui defenisi dari keluarga dan masyarakat, dan untuk mengetahui manfaat
parawat bagi keluarga dan masyarakat.
I.4 Metode
Penulisan
Metode penulisan yang digunakan dalam pembuatan
makalah ini adalah berdaarkan metode daftar pustaka dari beberapa sumber yang
dikutip inti-nti masalah.
BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Definisi Perawat
Masyarakat awam menganggap perawat adalah orang yang bekerja di rumah sakit
dengan mengenakan seragam putih-putih. Ada pula yang mengatakan bahwa perawat
adalah orang yang bekerja sebagai pembantu dokter. Penilaian tersebut terjadi
karena ketidakpahaman mereka tentang hakikat perawat. Tidak sembarang orang
bisa disebut perawat. Berdasarkan keputusan menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 647/Menkes/SK/IV/2000 tentang Registrasi dan Praktik Keperawatan,
yang kemudian diperbaharui dengan Kepmenkes RINo.1239/Menkes/SK/XI/2001,
dijelaskan bahwa perawat adalah orang yang telah lulus dari pendidikan perawat,
baik di dalam maupun di luar negeri, sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Perawat adalah seseorang (seorang profesional)
yang mempunyai kemampuan,tanggung jawab dan kewenangan melaksanakan
pelayanan/asuhan keperawatan pada berbagai jenjang pelayanan keperawatan.
II.2 Definisi
Keluarga dan Masyarakat
A.
Definisi Keluarga
Keluarga
adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan
beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu tempat
di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
B.
Definisi Masyarakat
Masyarakat adalah suatu pranata yang terbentuk karena
interaksi antara manusia dan budaya dalam suatu lingkungan. Masyarakat bersifat
dinamis dan terdiri atas individu, keluarga, kelompok, dan komunitas yang
mempunyai tujuan dan norma sebagai sistem nilai. Masyarakat dapat mengetahui
kemampuan individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Di dalam dunia kesehatan
masyarakat merupakan klien yang harus dipenuhi kebutuhan dasarnya sebagai
manusia.
II.3 Peran
Keluarga dalam Keperawatan
Peran
Keluarga dalam keperawatan,yaitu:
A.
Keluarga sebagai unit pelayanan yang dirawat
Keluarga dijadikan sebagai unit pelayanan karena masalah kesehatan keluarga
saling berkaitan dan saling mempengaruhi antara _esame anggota keluarga dan
akan mempengaruhi pula keluarga-keluarga disekitarnya atau masyarakat secara
keseluruhan.
Alasan
keluarga sebagai Unit Pelayanan (Ruth B Freeman, 1981)
1.
Keluarga sebagai unit utama masyarakat dan merupakan
lembaga yang menyangkut kehidupan masyarakat
2.
Keluarga sebagai suatu kelompok dapat menimbulkan,
mencegah, megabaikan, atau memperbaiki masalah-masalah kesehatan dalam
kelompoknya
3.
Masalah-masalah kesehatan dalam keluarga saling
berkaitan, dan apabila salah satu anggota keluarga mempunyai masalah kesehatan
akan berpengaruh terhadap anggota keluarga lainnya
4.
Dalam memelihara kesehatan anggota keluarga sebagai
individu (pasien), keluarga tetap berperan sebagi pengambil keputusan dalam
memelihara kesehatan keluarganya
5.
Keluarga merupakan perantara yang efektif dan mudah
untuk berbagai upaya kesehatan masyarakat
B.
Keluarga sebagai pasien
Dalam melihat keluarga sebagi pasien
ada beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan oleh perawat, diantaranya :
1.
Setiap keluarga memiliki cara yang unik dalam
menghadapi masalah kesehatan para anggotanya
2.
Memperhatikan perbedaan dari tiap-tiap keluarga, dari
berbagi segi :
a. Pola
komunikasi
b. Pengambilan
keputusan
c. Sikap dan
nilai-nilai dalam keluarga
d. Kebudayaan
e. Gaya hidup
3.
Keluarga daerah perkotaan akan berbeda dengan keluarga
di daerah pedesaan
4.
Kemandirian dari tiap-tiap keluarga
II.4 Tujuan Perawatan Kesehatan Kelaurga
Tujuan utama dalam memberikan asuhan
perawatan kesehatan keluarga ada dua klasifikasi,yaitu:
A.
Tujuan umum : Untuk meningktakan kemampuan keluarga
dalam memelihara kesehatan keluarga mereka sehigga dapat meningkatkan status
kesehatan keluarga.
B.
Tujuan Khusus :
a. Meningkatkan
kemampuan keluarga dlam mengidentifikasi masalah kesehatan yang dihadapi oleh
keluarga.
b. Meningkatkan
kemampuan keluarga dalam menanggulangi masalah-masalah kesehatan dasar dalam
keluarga.
c. Meningkatkan
kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan yang tepat dalam mengatasi masalah
kesehatan keluarga.
d. Meningkatkan
kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap anggita
keluarga yang sakit dan dalam megatasi masalah kesehatan anggota keluarga.
e. Meningkatkan
produktifitas kelaurga dalam meningkatkan mutu hidupnya.
II.5 Perawatan Sebagai Sarana
Dalam
mencapai tujuan kesehatan keluarga, asuhan keperawatan yang diberikan merupakan
sarana yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut . hal itu sangat tergatung
kepada perawat yang memberikan asuhan keperawatan yang bermutu kepada keluarga
dalam mempengaruhi keluarga untuk lebih dapat mengenal dam melaksanakan
tugas-tugasnya dalam bidang kesehatan.
Dalam
memberikan asuhan keperawatan terhadap keluarga perawat tidak dapat bekerja
sendiri, melainkan bekerja secara tim dan bekerjasama dengan profesi lain untuk
mencapai tujuan asuhan perawatan keluarga dalam melaksanakan asuhan keperwatan,
perwat bekerja sama dengan dokter, penilik kesehatan, ahli gizi, pekerja social
dan sebagainya yang bekerja sebagai tim untuk meningkatkan kesehatan keluarga.
II.6 Peran Perawat dalam Memberikan Asuhan
Perawatan Keluarga
Dalam
memberikan asuhan perawatan keluarga, ada beberapa peranan yang dapat dilakukan
oleh perawat antara lain:
a.
Pemberian asuhan perawatan kepada anggota keluarga
yang sakit
b.
Pengenal atau pengamat masalah kebutuhan kesehatan
keluarga
c.
Coordinator pelayanan kesehatan dan keperawatan
kesehatan keluarga
d.
Fasilitator, menjadikan pelayanan kesehatan itu mudah
dijangkau dan perawat mudah dapat menampung permasalahan yang dihadapi keluarga
dan membantu mencarikan jalan pemecahannya
e.
Pendidikan kesehatan, perawat dapat berperan sebagai
pendidik untuk merubah perilaku keluarga dari perilaku tidak sehat menjadi
perilaku yang sehat
II.7 Manfaat Perawat Bagi Masyarakat
Manfaat
perawat secara umum adalah agar klien dalam hal ini masyarakat dapat mencapai
derajat kesehatan yang optimal dari pelayanan keperawatan.
Manfaat perawat bardasarkan Hierarki kebutuhan dasar
manusia menurut Abraham Maslow yaitu:
1.
Kebutuhan Fisiologi
Kebutuhan
Fisiologi merupakan kebutuhan primer yang menjadi syarat dasar bagi
kelangsungan hidup manusia guna memelihara homeostasis tubuh. Sebagai syarat
dasar, kebutuhan fisiologis ini mutlak terpenuhi. Jika tidak, ini dapat
berpengaruh terhadap kebutuhan yang lain. Sebagai contoh, seseorang yang tidak
mampu memenuhi kebutuhan oksigen dapat mengalami ketidak nyamanan atau bahkan
kematian. Peran perawat di sini adalah membantu klien memenuhi kebutuhan
fisiologis mereka.
Dari peran
tersebut, perawat memiliki Manfaat bagi klien yaitu agar klien dapat memenuhi
kebutuhan fisiologis mereka.
2.
Kebutuhan Keselamatan dan Keamanan
Kebutuhan
akan keselamatan adalah kebutuhan untuk melindungi diri dari bahaya fisik.
Ancaman terhadap keselamatan seseorang dapat dikategorikan sebagai ancaman
mekanis, kimiawi, termal, dan bakteriologis. Klien terkadang kurang menyadari
adanya ancaman cedera di rumah sakit atau di tempat layanan kesehatan.
Karenanya, perawat perlu menyadari situasi yang mungkin dapat membuat klien
cedera. Perlindungan bukan hanya ditujukan untuk mencegah kecelakaan tetapi
juga memelihara kebersihan dan kesejahteraan tubuh (body alignment).
Sehingga
dapat memberikan manfaat bagi klien yaitu melindungi dirinya dirinya dari
bahaya fisik.
3.
Kebutuhan Cinta dan Memiliki
Kebutuhan
cinta adalah kebutuhan dasar yang mengambarkan emosi seseorang. Kebutuhan ini
merupakan suatu dorongan saat seseorang berkeinginan menjalin hubungan yang
efektif atau hubungan emosional dengan orang lain.
Kebutuahan
untuk dicintai/dimiliki adalah keinginan untuk berteman, bersahabat, atau
bersama-sama beraktivitas . Ini merupakan identitas dan prestise untuk
seseorang. Kebutuhan dimiliki sangat penting artinya bagi seseorang yang ingin
mendapatkan pengakuan. Kebutuhan dicintai dan mencintai meliputi kebutuhan
untuk member dan menerima cinta serta kasih sayang, menjalani peran yang
memuaskan serta diperlakukan dengan baik.
Dalam hal
ini perawat memiliki manfaat yaitu agar klien merasa nyaman dalam menjalani
proses pelayanan kesehatan.
4.
Kebutuhan Harga Diri
Ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan oleh perawat dalam hal ini yakni dalam memenuhi
kebutuhan harga diri klien . Pertama, setiap klien membutuhkan pengakuan dari
orang lain. Karenanya setiap tindakan yang akan dilakukan perawat harus
dikomunikasikan terlebih dahulu kepada klien. Selain itu perawat juga perlu
memberikan penghargaan atas kemajuan dan kerja sama klien, sekecil apapun
hasilnya. Kedua, dalam berinteraksi bersama klien, perawat harus menunjukan
profesionalisme dan menempatkan klien sebagai guru sebab perawat banyak belajar
dari setiap kasus dan karakteristik klien.
Dalam hal
memenuhi kebutuhan harga diri kilen, perawat memiliki manfaat yaitu agar harga
diri klien tidak menurun.
5.
Kebutuhan Aktualisasi Diri
Kebutuhan
Aktualisasi Diri adalah tingkatan kebutuhan yang paling tinggi dan itu
merupakan menurut Maslow dan Kalish. Aktualisasi Diri adalah kemampuan
seseorang untuk mengatur diri serta bebas dari tekanan luar. Lebih dari itu,
aktualisasi diri merupakan hasil dari kematangan diri. Tidak semua orang dapat
mencapai aktualisasi diri secara utuh. Disinilah peran perawat untuk membantu
klien dalam memenuhi Kebutuhan Aktualisasi Diri. Dalam hal ini perawat memiliki
manfaat yaitu agar pasien memiliki motivasi atau dorongan dalam mencapai
aktualisasi diri.
Manfaat
perawat dapat diperoleh dari optimalisasi peran dan tanggung jawab perawat,
dimana manfaat utama perawat adalah untuk meningkatkan akses dan cakupan
pelayanan kesehatan yang luas hingga pelosok tanah air. Pendekatan
pelayanan kesehatan dapat dijadikan sebagai pintu masuk untuk memberikan
pendidikan kesehatan melalui kontak social dan budaya untuk merubah perilaku
masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat. Sehingga penyakit-penyakit akibat
kurangnya pengetahuan dan perilaku budaya yang tidak sehat seperti gizi buruk,
penyakit infeksi, kematian ibu dan bayi dapat lebih ditekankan.
v Adapun
manfaat perawat yaitu :
§
Manfaat sebagai pemberi asuhan keperawatan, yaitu
dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan kebutuhan dasar manusia yang
dibutuhkan melalui pemberian pelayanan keperawatan dengan menggunakan proses
keperawatan sehingga dapat ditentukan diagnosa keperawatan agar bisa
direncanakan dan dilaksanakan tindakan yang tepat sesuai dengan tingkat
kebutuhan dasar manusia.
§
Dapat memberikan konsultasi sehubungan dengan masalah
atau tindakan yang dialami pasien
§
Dapat memberikan informasi mengenai masaalah kesehatan
yang dialami oleh pasien
§
Dapat memberikan penyuluhan kesehatan, bagi klien, keluarga
dan masyarakat
§
Dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada klien
BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Adapun yang dapat disimpulkan, yaitu :
1.
Perawat adalah seseorang (seorang profesional) yang
mempunyai kemampuan,tanggung jawab dan kewenangan melaksanakan pelayanan/asuhan
keperawatan pada berbagai jenjang pelayanan keperawatan.
2.
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang
terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di
suatu tempat di bawah suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling
ketergantungan.
3.
Masyarakat adalah suatu pranata yang terbentuk karena
interaksi antara manusia dan budaya dalam suatu lingkungan. Masyarakat bersifat
dinamis dan terdiri atas individu, keluarga, kelompok, dan komunitas yang
mempunyai tujuan dan norma sebagai sistem nilai.
4.
Peran Keluarga dalam keperawatan yaitu: Keluarga
sebagai unit pelayanan yang dirawat dan Keluarga sebagai pasien
5.
Tujuan Umum Perawatan Kesehatan Keluarga yaitu untuk
meningkatkan kemampuan keluarga dalam memelihara kesehatan keluarga mereka
sehigga dapat meningkatkan status kesehatan keluarga.
6.
Perawatan Sebagai Sarana. Dalam mencapai tujuan
kesehatan keluarga, asuhan keperawatan yang diberikan merupakan sarana yang
diberikan untuk mencapai tujuan tersebut . hal itu sangat tergatung kepada
perawat yang memberikan asuhan keperawatan yang bermutu kepada keluarga dalam
mempengaruhi keluarga untuk lebih dapat mengenal dam melaksanakan
tugas-tugasnya dalam bidang kesehatan.
7.
Di dalam dunia kesehatan masyarakat merupakan
klien yang harus dipenuhi kebutuhan dasarnya sebagai manusia.
8.
Manfaat perawat secara umum adalah agar klien dalam
hal ini masyarakat dapat mencapai derajat kesehatan yang optimal dari
pelayanan keperawatan.
III.2 Saran
Dengan makalah ini diharapkan kepada pembaca agar
dapat memahami pengertian dari perawat, masyarakat, serta yang lebih utama
yaitu manfaat perawat.
DAFTAR
PUSTAKA
Asmadi.
2005. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran
EGC.
Alimul, Aziz. 2004. Pengantar Konsep
Dasar Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Suhaemi, Mimin Emi, Hj. 2004. Etika
Keprawatan:Aplikasi Pada Praktik. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Damaiyanti, Mukhripah. 2010.
Komunikasi Terapeutik dalam Praktik Keperawatan.
Bandung: Refika Aditama
Sheldon, Lisa Kennedy. 2009. Komunikasi
Untuk Keperawatan. Jakarta: Erlangga
http://www.google.com







0 komentar:
Posting Komentar