“Penipuan Pedagang Indonesia Oleh VOC”
Tugas
Individu
Untuk
Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pancasila
Disusun
Oleh :
Ariantika
Eka Puspitasari
1410701033
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN
NASIONAL”VETERAN” JAKARTA
FIKES- Jurusan DIII-Keperawatan
2014/2015
I.
Kata
Inti dalam Tiap Paragraf
1. VOC
gagal menjajah
2. VOC
merebut pelabuhan
3. VOC
bubar, Banten dilebur
4. Kerja
rodi
5. VOC
rugikan rakyat
6. Ketakutan
pedagang VOC
II.
Perumusan
Masalah
Bagaimana
caranya VOC dapat berhasil merebut pelabuhan perdagangan lada?
III. Landasan Teori
Dalam kasus ini saya akan
membahas tentang “Pancasila dalam Konteks Perjuangan Bangsa Indonesia”.
Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia sebelum disyahkan pada
tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI, nilai-nilainya telah ada pada bangsa
Indonesia sejak zaman dahulu kala sebelum bangsa Indonesia mendirikan negara,
yang berupa nilai-nilai adat istiadat, kebudayaan serta nilai-nilai religius.
Nilai-nilai tersebut telah
ada dan melekat serta teramalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pandangan
hidup, sehingga materi Pancasila yang berupa nilai-nilai tersebut tidak lain adalah dari bangsa Indonesia sendiri
sehingga bangsa Indonesia sebagai kausa materialis Pancasila. Nilai-nilai
tersebut kemudian diangkat dan dirumuskan secara formal oleh para pendiri
negara untuk dijadikan sebagai dasar filsafat negara Indonesia. Proses
perumusan materi Pancasila secara formal tersebut dilakukan dalam sidang-sidang
BPUPKI pertama, sidang panitia“9”, sidang BPUPKI kedua, serta akhirnya
disyahkan secara yuridis sebagai dasar filsafat negara Republik Indonesia.
Pada tanggal 22 Juni 1945,
anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia mengadakan
pertemuan untuk membahas pidato-pidato dan usulan-usulan mengenai dasar negara
yang telah mejadi pembahasan dalam sidang Badan Penyelidik. Setelah diadakan
Menurut sejarah, kira-kira
pada abad XIII-XVI bangsa Indonesia telah mendirikan kerajaan Sriwijaya di
Sumatera Selatan dan kemudian pada abad XIII – XVI didirikan pula kerajaaan
Majapahit di Jawa Timur. Kedua zaman itu merupakan tonggak sejarah bangsa
Indonesia karena bangsa Indonesia pada masa itu telah memenuhi syarat – syarat
sebagai suatu bangsa yang mempunyai negara. Kedua kerajaaan itu telah merupakan
negara-negara berdaulat, bersatu, serta mempunyai wilayah yang meliputi seluruh
nusantara ini. Pada zaman kedua kerajaan itu telah mengalami kehidupan
masyarakat yang sejahtera.
IV. ANALISA
Dalam kasus ini saya akan
membahas tentang “Pancasila dalam Konteks Perjuangan Bangsa Indonesia”.
Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia sebelum disyahkan pada
tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI, nilai-nilainya telah ada pada bangsa
Indonesia sejak zaman dahulu kala sebelum bangsa Indonesia mendirikan negara,
yang berupa nilai-nilai adat istiadat, kebudayaan serta nilai-nilai religius.
Apapun yag terjadi di masa lalu adaalah pembelajaran di
masa kini. Perlu diambil hikmah dan nilai-nilai positifnya dalam berkehidupan.
Perbandingan antara zaman penjajahan dibandingkan dengan zaman sekarang jelas
terlihat sekali. Perbedaan-perbedaan itu dianataranya adalah:
Ø Pancasila
sebagai jiwa bangsa Indonesia. Dulu Pancasila sangat dijunjung tinggi fungsi
dan perannya dalam memberikan gerak atau dinamika serta membimbing ke arah
tujuan untuk mewujudkan masyarakat Pancasila. Dan caranya dengan selalu
berpeedoman pada Pancasila dalam menentukan apapun. Dan pada saat ini itu tidak
lagi berpengaruh. Setiap individu dan setiap masyarakat selalu egois dengan
pendapat mereka sendiri tanpa berlandaskan Pancasila.
Ø Pancasila
sebagai sumber dari segala sumber hukum di Indonesia. Dulu Pancasila dipakai
untuk pedoman apapun itu. Dan pada saat
ini masyarakat lebih berpedoman pada media sosial atau apapun itu bentuknya
dalam wujud nyata yang ehari-hari mereka lihat.
Ø Pancasila
sebagai pandangan hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia. Dulu Panasila
sangat dihormati tidak ada satupun orang yang berani menentang atau apapun itu
namanya. Semua dengan satu pedoman yaitu Pancasila maka dari itu mereka bersatu
dan terbukti denngan bersatunya rakyat Indonesia akhirnya Indonesia dapat
memperoleh kemerdekaannya. Dan pada saat ini rakyat Indonesia tidak seperti itu
lagi, bercerai berai, terpecah belah, dan saling bermusuhan. Dan itu meyebabkan
ereka tidak bisa bersatu seperti apa yang terjadi pada masa lalu.
Cara
VOC dapat berhasil merebut pelabuhan perdagangan lada adalah sebagai berikut: Banten yang pada abad 16-17 mempunyai pelabuhan yang merupakan pelabuhan
untuk perdagangan lada yang katanya merupakan komoditi yang dicari di Eropa.
Banten yang lebih suka pada perdagangan bebas dari pada memberikan monopoli
kepada VOC akhirnya mendapatkan mimpi buruk dari VOC. Konflik internal kerajaan
antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan anaknya, yaitu Sultan Haji, menjadikaan
kesempatan bagi VOC untuk menyingkirkan saingannya, Banten. Dengan membantu
Sultan Haji dalam mengalahkan Sultan Ageng Tirtayasa, maka tujuan VOC tercapai.
Cita-cita Sultan Haji juga tercapai, yaitu menjadi penguasa Banten, dan
keinginan VOC untuk memonopoli perdagangan lada juga tercapai.
Berulang
kali VOC ingin menjajah dan menyengsarakan rakyat Indonesia tak kunjung
membuahkan hasil. Sejarah pun mencatat banyak hal yang dilakukan oleh VOC untuk
mencapai tujuan mereka di Indonesia. Tapi nasib berkata lain pada mereka.
Walaupun usaha mereka gagal tapi mereka tetap berusaha. Itu terlihat dalam
tindakan mereka yang masih berada di Indonesia alias tidak meninggalkan
Indonesia khususnya Banten.
Banten yang lebih suka pada perdagangan bebas dari pada memberikan monopoli
kepada VOC akhirnya mendapatkan mimpi buruk dari VOC. Konflik internal kerajaan
antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan anaknya, yaitu Sultan Haji, menjadikaan
kesempatan bagi VOC untuk menyingkirkan saingannya, Banten. Dengan membantu
Sultan Haji dalam mengalahkan Sultan Ageng Tirtayasa, maka tujuan VOC tercapai.
Cita-cita Sultan Haji juga tercapai, yaitu menjadi penguasa Banten, dan
keinginan VOC untuk memonopoli perdagangan lada juga tercapai.
Setelah
VOC dibubarkan, daerah-daerah yang telah menjadi kekuasaan VOC, diambil alih
–termasuk utang VOC sebesar 134 juta gulden- oleh Pemerintah Belanda, sehingga
dengan demikian politik kolonial resmi ditangani sendiri oleh Pemerintah
Belanda.
Perdagangan
budak di seluruh dunia memang telah terjadi sejak ribuan tahun lalu, terutama
di zaman Romawi. Yang diperdagangkan di pasar budak adalah rakyat, serdadu,
perwira dan bahkan bangsawan dari negara-negara yang kalah perang dan kemudian
dijual sebagai budak. Selama Perang Salib/Sabil yang berlangsung sekitar 200
tahun, ratusan ribu orang dari berbagai etnis yang ditawan, dijual sebagai
budak sehingga membanjiri pasar budak, dan mengakibatkan anjloknya harga budak
waktu itu.
Niat
awal VOC yang memang ingin menguasai Indonesia dengan cara apapun tidak bisa
dipungkiri kenyataannya. Terlihat jelas memang VOC betul-betul ingin
mempraktekan monopoli perdagangan.
Bentrokan-bentrokan
besarpun terjadi Penjelasan ini lebih bisa menerangkan secara masuk akal
mengenai terjadinya perselisihan anatar kompeni Belanda dengan penguasa
nusantara.
Solusi
dari analisa diatas adalaah berdasarkan kenyataan tersebut maka untuk memahami
Pancasila secara lengkap dan utuh terutama dalam kaitannya dengan jati diri
bangsa Indonesia, mutlak diperlukan pemahaman tentang bagaimana unsur-unsur
Pancasila. Pada akhirnya penting untuk diketahui bahwa arti Pancasila dalam
konteks sejarah perjuangan bangsa Indonesia harus ada di setiap pribadi manusia
itu sendiri.







0 komentar:
Posting Komentar